Posts

Dominasi 40 Persen Suara Pemilu 2019, Kandidat Pilpres Perlu Bekerja Keras Memikat Suara Kelompok Milenial

Image
Maskot Pemilu 2019 Sumber: KPU Indonesia akan memilih pemimpin baru tanggal 17 April 2019 mendatang. Dua pasangan capres-cawapres yang akan bertanding di Pemilihan Presiden 2019 nantinya sudah mulai melancarkan strategi kampanyenya masing-masing sejak September lalu. Kemenangan dari persaingan yang sudah bermula sejak Pilpres 2014 tentu tidak lepas dari pendukung setia kedua kubu. Terlepas dari strategi masing-masing kandidat dalam menggaet hati konstituen, ternyata kedua pasangan nomor urut 1 Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan nomor urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sama-sama harus memperhatikan satu kelompok pemilih yang paling menjanjikan, yaitu para milenial. Berkaca pada Pilpres 2014 , Jokowi - Jusuf Kalla menang dari Prabowo – Hatta Rajasa dengan selisih hanya 6,3 persen suara. Pada survei yang dilakukan Poltracking, Joko Widodo (Jokowi) (57,6%) lebih unggul dari Prabowo Subianto (33,7%). Sementara itu, menurut survei lainnya yang dilakukan Media Survei Nasio

Gempa-Tsunami Palu-Donggala: Korban Jiwa Capai 2.256 Orang, Total Kerugian & Kerusakan Hingga Rp 13,82 T

Image
Pemukiman hancur akibat gempa di Sulawesi Tengah Sumber: Tribunnews.com Pada tanggal 28 September 2018 silam, nusantara kembali berduka. Pasca gempa Lombok Juli lalu, Indonesia diguncang gempa bumi lagi. Provinsi Sulawesi Tengah dilanda gempa dan tsunami yang memakan ribuan korban bencana dan menyebabkan kerugian serta kerusakan yang begitu dahsyat. Satu bulan sudah berlalu, namun, daerah dan korban terdampak bencana masih jauh dari kata pulih. Sumber: Kemenkes RI Berawal dari pukul 14:00 WIB pada hari Jumat (28/9), gempa sebesar 5,9 SR menimpa Palu-Donggala dan sekitarnya. Pada pukul 17:02, gempa susulan yang lebih dahsyat sebesar 7,7 SR kembali mengguncang Kota Palu dan Donggala. Gelombang tsunami 1 dan gelombang selanjutnya datang 20-25 menit pasca gempa. Pasca bencana, pemerintah menetapkan Tanggap Darurat pada Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Parigi Moutong hingga tanggal 11 Oktober 2018. Duka utama datang dari nyawa yang hilang da

Baur Sedalu Komunikasi Kembali Hadir Tahun Ini!

Image
Sumber: @commersua18 (Instagram) Mengangkat tema “Video Game”, Baur Sedalu Komunikasi 2018 siap menyambut mahasiswa/i baru Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga angkatan 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini selalu diwariskan dari satu angkatan ke angkatan di bawahnya. Dengan begitu, Baur Sedalu Komunikasi tahun ini dipercayakan kepada mahasiswa/i angkatan 2017 sebagai angkatan di bawah angkatan 2016 yang sudah menyambut mereka pada Baur Sedalu Komunikasi tahun lalu. Sebagai bagian dari rangkaian acara orientasi mahasiswa/i baru, Baur Sedalu Komunikasi (BSK) selalu kental akan tradisi. Oleh karena itu, serangkaian acara yang dihadirkan cenderung mirip dari tahun ke tahun, mulai dari Pra-BSK 1 dan Pra-BSK 2, Jelajah HIMA 1 dan Jelajah HIMA 2, yang kemudian ditutup dengan Malam Keakraban Mahasiswa/i Ilmu Komunikasi sebagai puncak acara Baur Sedalu Komunikasi. Pra-BSK 1 merupakan acara pertama Baur Sedalu Komunikasi yang mencoba memberikan penjelasan kilat pada mah

Sedikit Catatan dari Seorang Mahasiswi Rantau

Image
Dua tahun lalu pada bulan Juli, aku menapakkan kakiku untuk pertama kalinya di Surabaya. Aku mengingat kesan pertamaku. Hal pertama yang membuatku tercengang adalah jalan rayanya yang begitu lebar. Satu arah dari jalan besar Surabaya sama dengan dua arah jalan raya di Medan. Bayangkan betapa besarnya Surabaya meskipun Medan hanya satu peringkat di bawahnya dalam daftar kota terbesar di Indonesia. Tentu tidak semua jalan raya di Medan sesempit yang ku gambarkan, namun kota ini begitu besar dan berbeda dari kota asalku, dan aku akan menetap di sini selama empat tahun ke depan untuk studi S1-ku. Ada sedikit ketakutan yang terbesit di kepalaku kala itu. Aku tidak pernah merasa asing, sekalipun di negara lain. Namun, ibukota Jawa Timur ini berhasil membuatku merasa asing, dan keasingan itu sangat asing bagiku. Ke mana pun aku pergi, aku hanya bisa kebingungan. Di Medan, aku terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Hokkien. Memang, di luar keluarga dan teman-temanku, aku mengguna

Festival Cheng Beng: Tradisi Ziarah Kubur Etnis Tionghoa di Indonesia

Image
Sumber:  jackyyonghonwai (Instagram) Ada satu hari setiap tahunnya yang mewajibkanku untuk bangun lebih pagi daripada biasanya. Bukan, bukan pada hari ulang tahunku. Bukan juga hari ulang tahun orang-orang penting dalam hidupku, karena segala bentuk perayaan ulang tahun terlalu buang-buang uang, waktu, dan energi menurutku. Sekitar akhir Maret atau awal April setiap tahunnya, tepatnya salah satu dari 10 hari sebelum dan sesudah tanggal 5 April, aku dan adikku akan dibangunkan jam 3 pagi untuk bersiap-siap berangkat ke makam leluhur Ayahku di Pantai Cermin. Aku sudah familar dengan Festival Cheng Beng ini sejak sejauh ingatanku mengingat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu dari kedua orang tuaku akan menggiringku untuk cepat-cepat ke kamar mandi untuk sekedar menggosok gigi dan membasuh muka. Subuh masih terlalu pagi dan dingin untuk mandi. Di depan rumah, segala warna-warni kertas, kue, dan buah-buahan sudah menempati bagasi mobil. Spion dalam mobil sudah tid

Menyoroti Eksklusifitas Semu Fasilitas FISIP UNAIR

Image
Dari sekian banyak kegiatan mahasiswa, salah satu yang menjadi krusial adalah mempertahankan kehidupan sosialnya sembari menyokong kemampuan intelektualnya. Cangkruk, hang out, chill, apapun istilah yang kamu pilih, merupakan salah satu kegiatan mahasiswa yang tak terhindarkan. Untuk mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Cakra menjadi pilihan pertama tempat berkumpul, baik untuk kegiatan-kegiatan santai, maupun yang bersifat intelektual. Berawal sebagai pusat studi bagi Cakra Studi Global Strategis, Cakra didirikan pada tahun 2007 untuk menaungi studi-studi Hubungan Internasional Universitas Airlangga serta sebagai student center bagi mahasiswa FISIP. Mahasiswa dipersilahkan untuk melakukan kegiatan akademik seperti diskusi dan bedah skripsi serta kegiatan non-akademik seperti rapat organisasi selama mampu menunjukkan kartu identitasnya. Lambat laun, Cakra bertransformasi menjadi ruang multi fungsi, terutama bagi Departemen Hubungan Internasional. Me